dream as if you'll live forever and live as if you'll die tomorrow

Rabu, 01 Juni 2011

Teknologi Menjawab Tantangan Perubahan Iklim dan Bencana

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menggelar workshop teknologi "TechCamp Jakarta" di @America, Pacific Place, Jakarta. Workshop teknologi ini akan berlangsung selama 2 hari, 19-20 Mei 2011.

TechCamp adalah bagian dari program Civil Society 2.0 yang diprakarsai oleh Hillary Clinton. TechCamp Jakarta sendiri merupakan acara kedua di dunia setelah tahun lalu event yang sama diadakan di Santiago, Chile.

Asisten Atase Pers Kedutaan AS Philip W. Roskamp mengatakan, "Sebanyak 40 LSM, sipil yang ahli dalam teknologi mengikuti acara ini." Ada pula dari Google, Yahoo, Microsoft, Telkomsel, Indosat, dan Novartis.

Roskamp mengungkapkan, workshop sendiri akan dibagi dalam beberapa diskusi kelompok. "Di sini kita fokus pada bagaimana teknologi merespon masalah bencana alam dan perubahan iklim," katanya.

Salah satu yang cukup disoroti adalah peran media sosial untuk merespon 2 masalah yang menjadi fokus yakni perubahan iklim dan bencana alam. Pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia yang besar kembali dilihat sebagai potensi penggerak.

"Kita lihat bagaimana pengguna Facebook di Indonesia yang besar. Ini bisa berkontribusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan bencana alam," kata Roskap ketika ditemui di sela pembukaan workshop hari ini.

Salah satu yang hadir di TechCamp Jakarta adalah Dian Paramitha, warga Yogyakarta yang tergabung dalam milis Cah Andong dan memprakarsai pengumpulan dana untuk korban Merapi lewat media sosial. Dian menguraikan, "Kemarin kita kumpulkan dana lewat Twitter dan dalam sebulan dapat Rp 100 juta. Tiap ada yang memberi kita foto sehingga orang percaya bahwa dananya disalurkan ke tempat yang benar."

Mengatakan tujuan kehadirannya, Dian yang sebelumnya juga mengumpulkan dana lewat media sosial untuk panti asuhan mengungkapkan, "Saya ingin nanti yang dengerin bisa terinspirasi, memakai internet untuk kegiatan sosial."

Hadir pula Hanny Kusumawati yang dikenal lewat program Coin a Chance. Ia mengatakan, "Di sini kan ada NGO. Nanti diharapkan bisa menemukan cara bagaimana media sosial mendukung program mereka."

Michael T Jones, Chief Technology Officer Keyhole Google mengatakan, fokus TechCamp di Jakarta sangat menarik. Ia mengatakan bahwa Google sendiri telah memiliki teknologi untuk membantu 2 masalah yang menjadi fokus dalam workshop ini.

"Kita bukan ilmuwan. Tapi Google punya Google Earth untuk ilmuwan di mana mereka bisa mengetahui mana daerah yang polusinya tinggi, kadar garam, dan sebagainya. Itu cara kami membantu," ungkapnya.

Sementara, dalam bidang bencana alam, ia mengatakan bahwa Google telah mengembangkan program yang bisa membantu mencari korban dan memberikan gambaran bagaimana bencana terjadi.

Roskamp menilai, penggunaan teknologi untuk merespon bencana alam dan perubahan iklim di Indonesia bisa berhasil. "Dengan jumlah masyarakat Indonesia yang mengakses Facebook, saya yakin itu bisa berhasil," katanya.

http://tekno.kompas.com/read/2011/05/19/23462061/Teknologi.Menjawab.Tantangan.Perubahan.Iklim.dan.Bencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar